Kelengahan Arema di sepuluh menit terakhir
babak kedua langsung dihukum oleh Luis
Edmundo. Bek Persita Tangerang itu
bersyukur bisa menyamakan kedudukan 1-1 di
menit 80'.
"Saya bersyukur sekali bisa cetak gol untuk
Persita dan mencuri poin di markas Arema,"
ujar defender asing asal Chile itu, usai
pertandingan.
Lasakar Pedekar Cisadane tertinggal dulu
oleh gol Thierry Gathuessi di menit 71'.
Peluang menyamakan kedudukan melalui
skema tendangan sudut berhasil
dimaksimalkan oleh Edmundo.
"Peluang kami mencetak gol ke gawang
Arema memang hanya melalui bola mati, ini
yang terus kita lakukan. Beruntungnya kami
bisa menyamakan skor," pungkasnya.
Edmundo menambahkan bahwa hasil positif
di Stadion Kanjuruhan Malang itu merupakan
modal penting untuk laga selanjutnya. Sebab,
pesaing mereka, Gresik United sudah
menunggu di kandangnya.
Kabar Arema Indonesia
Selasa, 19 Agustus 2014
Luis Edmundo Pertegas Kelengahan Arema
Suharno Bela Penalti Gustavo Lopez Yang Gagal
Suharno angkat bicara soal eksekusi penalti
Gustavo Lopez yang gagal. Pelatih Arema itu
tak mempermasalahkannya, meski akhirnya
timnya gagal menang dari Persita Tangerang,
Senin (18/8).
"Saya rasa itu wajar, seharusnya kalau Lopez
bisa fokus 99 persen jadi gol," terang pelatih
asal Klaten tersebut di sesi jumpa pers usai
pertandingan.
"Jangankan Lopez, mungkin sekelas pemain
dunia pun bisa gagal menendang penalti,"
imbuh Suharno.
Sebelumnya, bermain di Stadion Kanjuruhan
Malang, Arema hanya imbang 1-1 dengan
Persita. Andai eksekusi penalti Lopez di ujung
babak pertama itu berhasil, mungkin bisa
mengubah hasil tersebut.
"Saya tidak menyalahkan Gustavo atas
kegagalannya, saya tetap mengapresiasi kerja
keras para pemain," pungkasnya.
Senin, 18 Agustus 2014
JELANG DUEL - Arema dan Persikmania Lakukan Islah
Kabar sedap berhembus menjelang
pertandingan antara Arema melawan Persik
Kediri, 27 Agustus mendatang. Hal ini seiring
dengan terjadinya kesepakatan islah antara
kedua kubu.
Pertemuan antara manajemen Arema dan
Persikmania dilakukan di Malang, dari kubu
Arema diwakili oleh Ruddy Widodo (Manager),
Abdul Haris (Panpel Arema), Sudarmaji
(Media Officer). Sementara dari kubu
Persikmania diwakili oleh Hendri Ego (Ketua
Forum Komunikasi Suporter Persik, FKSP),
Edi GD (Ketua Harian FKSP). Yoyok Umardani
(Sekertaris 2 FKSP), Hery Setiyono
(Bendahara FKSP), dan Rochim (Seksi
Perlengkapan FKSP).
Dari pertemuan itu disepakati berbagai hal
sebelum ada agenda perjumpaan kedua tim.
Yaitu:
1. Sepakat melakukan islah antara Aremania
dengan Persikmania, meski ada riwayat
permusuhan, hal itu harus dilupakan
semuanya karena bertujuan memajukan
sepakbola Indonesia dan mempererat
silaturahmi dan persaudaraan.
2. Sebagai tahap permulaan, panpel Persik
dan Persikmania mengundang dan siap
mengawal 100 perwakilan Aremania untuk
datang ke Brawijaya dengan menyaksikan
laga Arema melawan Persik pada 27
Agustus mendatang. Nantinya jika
berjalan dengan baik, kompetisi tahun
depan Aremania dan Persikmania akan
saling berkunjung sesuai kuota dan
regulasi yang ada.
3. Persikmania dan Manajemen Arema
sepakat melakukan sosialisasi atas hasil
islah ini sesering mungkin. Tidak hanya
event sepakbola, namun juga aktivitas
silaturahmi yang lain.
4. Membantu petugas keamanan untuk
pengamanan kegiatan pertandingan
sepakbola yang melibatkan pengarahan
massa kedua belah pihak.
5. Dengan islah ini, diharap ada peningkatan
hubungan silaturahmi dan persaudaraan
meraih prestasi sepakbola.
Sebenarnya, Persikmania musim ini sudah
hadir di Kanjuruhan Malang. Bukan ajang
resmi memang, melainkan ajang Piala
Gubernur Jatim yang mempertemukan kedua
kubu. Karena itu, jika islah itu berhasil, maka
akan tercapai hubungan yang luar biasa
antara Malang dan Kediri untuk memajukan
sepakbola nasional.
Batal Pesta Gol, Suharno Minta Maaf
Misi Arema memperpanjang tren positif di
Indonesia Super League terganggu oleh hasil
imbang menjamu Persita Tangerang, Senin
(18/8). Pelatih Arema, Suharno dengan jantan
memohon maaf atas hasil kurang maksimal
ini.
"Kita tim pelatih sebenarnya sudah
memberikan bekal pengarahan bagaimana
menghadapi tim yang tampil tanpa beban
seperti Persita," ungkapnya dalam sesi jumpa
pers di Stadion Kanjuruhan Malang.
"Saya rasa pemain tidak meremehkan lawan,
karena kita menguasai jalannya pertandingan,
sayangnya kita kesulitan menembus
pertahanan lawan," imbuh pelatih 54 tahun
ini.
Arema unggul dulu di menit 71' lewat gol
Thierry Gathuessi, meski akhirnya Persita
menyamakan skor 1-1 melalui Luis Edmundo
sepuluh menit jelang laga bubar. Meski
menyesalkan hal ini, Suharno tetap
mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.
"Ya, beginilah sepakbola, apapun bisa terjadi.
Yang jelas kami minta maaf kepada Aremania
karena belum berhasil memberikan yang
terbaik malam ini," pungkasnya.
Kunci Sukses Persita Curi Poin Dari Arema
Kalimat syukur dipanjatkan Fabio Oliviera,
usai timnya mengimbangi Arema 1-1 di laga
Indonesia Super League, Senin (18/8).
Pelatih Persita Tangerang itu angkat bicara
soal kunci sukses mencuri satu poin di
Stadion Kanjuruhan Malang.
"Dari awal kita sudah tahu bahwa Arema akan
tampil menekan. Maka kita instruksikan anak-
anak untuk mengatur tempo permainan,"
ungkapnya dalam sesi jumpa pers usai
pertandingan.
"Saya tekankan pada pemain bahwa
pertandingan lawan Arema ini momentum
yang pas untuk bangkit dari keterpurukan,"
imbuh pelatih asal Brasil tersebut.
Meski tertinggal lebih dahulu lewat gol
tandukan Thierry Gathuessi di menit 71',
Laskar Pendekar Cisadane tak menyerah.
Terbukti sepuluh menit berselang Luis
Edmundo mampu menyamakan skor menjadi
1-1.
"Hasil positif di kandang Arema ini bisa jadi
modal berharga bagi kami di kandang Gresik
United. Kita tahu bahwa mereka pesaing
terdekat untuk lepas dari ancaman
degradasi," pungkasnya.
REVIEW: Arema 1 - 1 Persita | Tertahan di Kandang
Arema Cronus gagal meraih poin penuh saat
menjamu Persita Tangerang di Stadion
Kanjuruhan, Malang, Senin (18/8) setelah
hanya mampu bermain imbang 1-1.
Arema yang tampil mendominasi sepanjang
jalannya pertandingan unggul terlebih dahulu
melalui tandukan Thierry Gathuessi.
Sementara Persita sukses menyamakan
kedudukan pada menit ke-80 lewat sundulan
Luis Edmundo.
Sejak awal pertandingan, Arema yang begitu
termotivasi untuk melanjutkan tren positif
usai melawan Barito Putera tampil menekan.
Cristian Gonzales, Alberto Goncalves hingga
Gustavo Lopez terus berusaha mencetak gol
melalui gempuran demi gempuran yang
mereka lakukan. Namun solidnya barisan
pertahanan Persita mampu menggagalkan
setiap peluang tuan rumah untuk mencetak
gol.
Berupaya memecah kebuntuan serangan,
Arema mengubah taktik dan komposisi
pemain. Mereka kembali menerapkan skema
4-3-3 dengan menarik keluar Benny Wahyusi
dan memasukkan Samsul Arif.
Pergantian ini membuahkan hasil pada
penghujung babak pertama. Samsul diganjal
di kotak penalti oleh Hari Chaniago. Wasit M.
Adung pun menunjuk titik putih. Namun,
Gustavo Lopez menyia-nyiakan kesempatan
tersebut. Sepakan kerasnya melenceng dari
gawang Yogi Triana.
Pada awal babak kedua, Arema kembali
mengubah komposisi pemain. Arif Suyono
ditarik dan digantikan Hendro Siswanto.
Pergantian ini menambah daya dobrak
Arema. Lima menit laga babak kedua
berjalan, tuan rumah memiliki peluang
pertama. Namun, Yogi Triana masih sigap
menepis bola sepakan Cristian Gonzales.
Penampilan cemerlang Yogi Triana di bawah
mistar gawang terus berlanjut saat dia dua
kali menggagalkan peluang Gathuessi lewat
sundulannya yang tajam.
Pada menit ke-71, kebuntuan Arema akhirnya
pecah. Sebuah sundulan dari Thierry
Gathuessi memanfaatkan umpan Gustavo
Lopez kali ini gagal dibendung Yogi Triana.
Arema pun unggul 1-0.
Usai unggul, barisan pertahanan Arema
lengah. Sepuluh menit berselang, tim tamu
sukses menyamakan kedudukan setelah
sundulan Luis Edmundo gagal diantisipasi
Kurnia Meiga. Skor 1-1 ini bertahan hingga
pertandingan usai.
Persita Jadi Kue Pesta Ultah Arema Jilid II
Puncak pesta HUT ke-27 Arema di Pantai
Balekambang memang telah sepekan berlalu.
Namun Arema berencana mengusung kembali
kemeriahannya di Stadion Kanjuruhan Malang
kala menjamu Persita Tangerang, Senin
(18/8).
Sebuah pesta sederhana akan dihelat
manajemen Arema di sela-sela laga lanjutan
Indonesia Super League (ISL) 2014 tersebut.
Hal ini demi mengobati kekecewaan
Aremania yang tak bisa hadir di venue
perayaan ultah sepekan silam.
Seperti diketahui, event ulang tahun ke-27
Singo Edan, Senin (11/8) sempat kacau
lantaran saking banyaknya Aremania yang
ingin datang. Jalanan menuju venue menjadi
macet total lantaran antusiasme tinggi
suporter, meski akhirnya bisa terurai.
"Kita gelar selebrasi lain di Stadion
Kanjuruhan pada 18 Agustus 2014 nanti saat
lawan Persita. Itu untuk mengobati rasa
kecewa Aremania yang tak bisa datang ke
Balekambang," tutur Media Officer Arema,
Sudarmaji dilansir Malang Post.
"Kita punya semangat untuk memberikan
kado terbaik. Bukan cuma selebrasi kue atau
potong tumpeng, tapi juga tiga poin dan gol-
gol dari Arema (ke gawang Persita)," ujar pria
asal Banyuwangi tersebut menegaskan.